Wajibnya para jamaah diam dalam 2 khutbah
Hadits no 478.
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ اَلْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا, وَاَلَّذِي يَقُولُ لَهُ: أَنْصِتْ, لَيْسَتْ لَهُ جُمُعَةٌ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ, بِإِسْنَادٍ لَا بَأْسَ بِهِ وَهُوَ
يُفَسِّرُ حَدِيْثَ أَبَى هُرَيْرَةَ فِى الصَّحِحَيْنِ مَرْفُوْعًا
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa berbicara pada sholat Jum'at ketika imam sedang berkhutbah, maka ia seperti keledai yang memikul kitab-kitab. Dan orang yang berkata: Diamlah, tidak ada Jum'at baginya." Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad tidak apa-apa, sebab ia menafsirkan hadits Abu Hurairah yang marfu' dalam shahih Bukhari-Muslim.
Haadits no 479.
ذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ: أَنْصِتْ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَالْإِمَامِ
يَخْطُبُ, فَقَدْ لَغَوْتَ
Dari Abu Hurairah "Jika engkau berkata pada temanmu "diamlah" pada sholat Jum'at sedang imam sedang berkhutbah, maka engkau telah sia-sia."
Faedah yang dapat diambil dari kedua hadits diatas adalah :
- Wajib diam ketika imam sudah menyampaikan khotbah
Dikatakan wajib karena, khotbah tadi bermanfaat bagi jamaah.
Pada madzab Syafii, diam ketika mendengar khotbah adalah sunnah.
Zaman dahulu ketika nabi berkhotbah, terjadi percakapan/pertanyaan antara jamaah dan imam.
Jadi yang dilarang adalah berbincang antara sesama jamaah sholat jum'ah .
- Dilarang untuk berbicara saat imam berkhutbah, walaupun dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar.
Sebagian ulama masih membolehkan jika keadaan darurat.
Lantas, apakah dibolehkan untuk menjawab salam dan mengucap tasmid ketika sedang mendengar khotbah ?
Madzab Syafii membolehkan, mereka menggunakan dalil wajibnya menjawab salam.
Sedangkan madzab, Hanafi, Maliki dan Hambali melarang untuk menjawab.
Dan pendapat yang paling baik kuat adalah pendapat yang kedua.
- Menyuruh orang untuk diam cukup dengan isyarat.
Bagaimana dengan ketika imam sedang duduk diantara 2 khotbah , apakah dibolehkan untuk berbicara ?
Boleh, namun, diam lebih bagus. Termasuk juga ketika imam sedang berdoa, jamaah tidak diperbolehkan mengobrol.
Lalu, apakah dibolehkan membaca sholawat ?
Dibolehkan, tapi tidak dikeraskan.
Segala sesuatu yang tidak berkaitan dengan khotbah untuk tidak dilakukan.
Hukum sholat tahiyatul masjid ketika khotib berkhotbah
Hadits no 480
َوَعَنْ
جَابِرٍ قَالَ: ( دَخَلَ رَجُلٌ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ, وَالنَّبِيُّ
صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ . فَقَالَ: صَلَّيْتَ؟
قَالَ: لَا قَالَ: قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ) مُتَّفَقٌ
عَلَيْهِ
Jabir Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada seorang laki-laki masuk pada waktu sholat Jum'at di saat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sedang berkhutbah. Maka bertanyalahg beliau: "Engkau sudah sholat?" Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: "Berdirilah dan sholatlah dua rakaat." Muttafaq Alaihi.
Bahwasanya tetap di syariatkan sholat tahiyatul masjid/sholat 2 rakaat walau khotib sedang berkhotbah. Namun sholat jangan terlalu panjang, dibuat ringkas saja, agar dapat mendengar khotbah jumat dengan lebih sempurna.
Ulama lain membolehkan tidak sholat tahiyatul masjid.
Dari hadits diatas juga dibolehkannya khotib yang sedang berkhotbah bercakap-cakap dengan jamaan, jikalau ada keperluan atau kemaslahatan.
Wallahu 'Alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar