💡 Sifat Istiwa" (Bersemayam) Bagi Allah
Seseorang datang kepada Imam Malik bin Anas dan berkata, "Wahai Abu Abdullah, Allah Ta"ala berfirman: "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam diatas "Arsy" (Thaha [20]: 5), bagaimana bersemayam itu?" Malik menundukkan kepala sesaat, keringat bercucuran, setelah itu mengangkat kepala dan berkata, "Bersemayam itu sudah diketahui, caranya tidak bisa dijangkau akal, mengimaninya wajib, dan menanyakannya bid"ah. Menurutku, kau tidak lain ahli bid"ah. Imam Malik kemudian memerintahkan orang tersebut diusir."
(Shahih. Diriwayatkan dari banyak jalur)
Diriwayatkan dari Sufyan bin Uyainah, "Rabi"ah ditanya tentang firman Allah Ta"ala, "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam diatas "Arsy." (Thaha[20]: 5) Dia menjawab, "Bersemayam itu sudah diketahui, caranya tidak bisa dijangkau akal. Risalah ini berasal dar Allah, Rasul hanya menyampaikan, dan kita wajib mempercayainya."
(Shahih. Diriwayatkan al-Lalikai dalam syarh ushul al-Itiqad (665), Ibnu Qudamah dalam al-"Uluww (90). Juga diriwayatkan al-"Ajli dalam at-Taariikh (hal. 358), al-Baihaqi dalam al-Asma" wash shifat (II/360), dan adz-Dzahabi dalam al-"Uluwe (II/911).)
Diriwayatkan dari Malik, "Allah berada di langit, ilmu-Nya menjangkau semua tempat, tidak ada tempat yang tidak terjangkau oleh ilmunya."
(Hasan. Diriwayatkan Abu Dawud dalam Masa"ilul Imam Ahmad (hal. 263), Abdullah bin Ahmad dalam as-sunnah (I/106-107), dan lainnya.)
Silsilah at Atsar ash Sahihah aw ash Shahih al Musnad min Aqwalis Shahabah wat Tabi"in
Follow
✏twitter: @fajarardhys
📙channel telegram: @tetaplurus , @muhammadiyah
📚blog: http://tetaplurus.blogspot.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar